
Delapan Tahun Bersama Peterpan
By beritaseni on September 20th, 2008
Teks/foto : Adi Marsiela
Peterpan, delapan tahun lalu nama grup musik yang satu ini masih terbilang baru buat penggemar musik di Indonesia. Sekarang, nama itu akan segera hilang dan cukup ada di ingatan para penggemarnya saja.
“Kita masih mencari nama yang baru,” kata Ariel, sang vokalis dalam kesempatan berbuka bersama Sahabat Peterpan di Score, Cihampelas Walk, Bandung, Rabu [17/9].
Tidak ingin pergi begitu saja, Ariel bersama Uki, Lukman [gitar], dan Reza [drum] mengeluarkan sebuah album baru bertajuk Sebuah Nama Sebuah Cerita 2000-2008. Dalam album terakhir yang dilepas dalam bentuk cakram padat dan kaset ini, mereka masih berjalan bersama Musica Studio.
Untuk cakram padat, mereka memproduksi sebanyak dua keeping dalam satu kemasan yang berisi 30 lagu. Sedangkan dalam kaset, hanya ada 21 lagu. Tapi tenang saja, tiga lagu baru Peterpan ada di dalam album terbarunya. Masing-masing berjudul Walau Habis Terang, Dilema Besar, dan Tak Ada yang Abadi. Selain itu, empat anak muda asal Bandung ini juga mengaransemen ulang lagu Chrisye yang judulnya Kisah Cintaku.
“Banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan,” ungkap Uki menggambarkan perasaannya berkarir selama delapan tahun di bawah nama Peterpan.
Bagaimana tidak, sejak meniti karirnya, grup musik ini berhasil meraih sejumlah penghargaan seperti AMI Award hingga Multi Platinum. Lewat album Bintang di Surga [2004] saja, 13 penghargaan telah diborong, termasuk MTV Music Award.
Peterpan mengawali karirnya ketika mereka ikut menyumbangkan lagu “Mimpi Yang Sempurna” dalam album kompilasi bertajuk “Kisah 2002 Malam” di bulan Juli tahun 2002 lalu. Setelah itu, mereka baru membuat album sendiri, mulai dari Taman Langit [2003], Bintang di Surga [2004], OST.Alexandria [2005], sampai Hari yang Cerah [2007].


Tidak ada komentar:
Posting Komentar